Kajian Teori Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble - Id Sejarah Kita

Kajian Teori Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble




Selamat datang di dunia pendidikan yang penuh inovasi! Dalam artikel ini, id.sejarahkita.com akan menjelajahi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble, sebuah pendekatan yang tak hanya membawa pembelajaran ke tingkat baru, tetapi juga mendorong kreativitas dan kerja sama di antara siswa. 
Mari kita telusuri bagaimana model pembelajaran yang menarik ini dapat membentuk pengalaman belajar yang penuh semangat dan kolaboratif.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble

Terdapat beberapa model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh para ahli dalam upaya meningkatkan prestasi belajar. Salah satu contohnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Kata "scramble" sendiri berasal dari bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan dalam konteks ini sebagai "acak" atau "berantakan". Namun, dalam konteks model pembelajaran, "scramble" mengacu pada pendekatan yang digunakan oleh guru di dalam kelas.

Teknik pembelajaran scramble termasuk dalam kategori model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble digunakan untuk jenis permainan yang bertujuan mengembangkan wawasan pemikiran dan kosakata. Pendekatan pembelajaran ini fokus pada latihan soal-soal acak yang berkaitan dengan kata-kata, kalimat, atau paragraf. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble ini menitikberatkan pada pemberian latihan berupa permainan yang dilakukan secara berkelompok.

Oleh karena itu, dalam model pembelajaran ini, kerjasama antar anggota kelompok menjadi hal yang penting. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk saling membantu sesama anggota kelompok dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sehingga mereka dapat lebih mudah menemukan solusi untuk berbagai macam soal pembelajaran (Shoimin, 2014: 166).

Menurut Taylor, metode scramble adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang memiliki potensi untuk meningkatkan konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa. Metode ini mengharuskan siswa untuk menggabungkan fungsi otak kanan dan otak kiri. Dalam penerapannya, siswa dihadapkan pada soal-soal yang memerlukan jawaban yang masih dalam format acak, sehingga kemampuan berpikir cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam metode pembelajaran ini. Siswa dinilai berdasarkan jumlah jawaban yang benar yang mereka berikan, yang akan mempengaruhi skor yang mereka peroleh (Huda, 2013: 303).

Dengan dasar uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa metode scramble adalah salah satu variasi dari model pembelajaran kooperatif. Metode ini mengambil bentuk permainan yang berkaitan dengan kata-kata, kalimat, atau paragraf yang telah diacak. Melalui penerapan metode scramble, potensi terdapatnya peningkatan dalam konsentrasi dan kecepatan berpikir siswa dapat terwujud. Selain itu, metode ini juga berperan dalam melatih dan meningkatkan pemahaman serta kosakata siswa.

Bentuk Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble

Shoimin (2014: 166) menjelaskan bahwa berdasarkan sifat jawabannya, metode Scramble memiliki beberapa bentuk yang berbeda, yaitu:

a) Scramble kata, di mana terjadi permainan dalam menyusun kata-kata dengan mengacak posisi huruf-hurufnya sehingga membentuk sebuah kata yang memiliki makna.

b) Scramble kalimat, yaitu permainan menyusun kalimat dari kata-kata yang diacak. Kalimat yang terbentuk diharapkan memiliki keteraturan, makna yang jelas, dan kesesuaian.

c) Scramble wacana, merupakan permainan menyusun wacana atau teks yang logis dengan menggunakan kalimat-kalimat yang diacak. Tujuan dari penyusunan wacana adalah agar hasilnya memiliki keteraturan dan makna yang terjalin dengan baik.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Scramble adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengambil bentuk permainan di mana kata-kata, kalimat, atau paragraf diacak. Dalam konteks penelitian ini, peneliti memilih menggunakan metode Scramble kata, dengan tujuan agar siswa dapat lebih mudah mengingat kata-kata yang sulit dalam materi pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, begitu juga dengan model pembelajaran scramble. Huda (2013: 306) mengidentifikasi beberapa kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe scramble, seperti:

a) Mendorong siswa untuk berpikir cepat dan akurat.
b) Mengajarkan siswa cara mengerjakan soal dengan jawaban acak.
c) Melatih kedisiplinan siswa.

Di samping itu, Shoimin (2014: 168) juga menyoroti beberapa kelebihan lain dari model pembelajaran kooperatif tipe scramble, termasuk:

a) Aktifnya setiap siswa dalam kelompok karena tanggung jawab kolektif terhadap kesuksesan kelompok.
b) Penggabungan pembelajaran dan unsur bermain.
c) Membangkitkan antusiasme dan mengembangkan keterampilan khusus, serta memupuk rasa solidaritas dalam kelompok.
d) Meningkatkan kesan dan daya ingat terhadap materi yang diajarkan.
e) Kompetisi dalam model ini dapat memotivasi siswa untuk berkompetisi secara positif.

Namun, selain kelebihan-kelebihan tersebut, model pembelajaran kooperatif tipe scramble juga memiliki beberapa kelemahan. Huda (2013: 306) mencatat beberapa kekurangan, seperti:

a) Potensi siswa mencontek jawaban dari teman mereka.
b) Tidak mendorong perkembangan pemikiran kreatif siswa.
c) Siswa menerima informasi dalam bentuk kasar yang memerlukan pemrosesan lebih lanjut.

Selain itu, Shoimin (2014: 168) juga menunjukkan beberapa kekurangan lain dari model pembelajaran kooperatif tipe scramble, termasuk:

a) Kesulitan dalam perencanaan karena perbedaan dengan pola belajar tradisional siswa.
b) Waktu yang diperlukan untuk implementasi model ini dapat cukup lama.
c) Penyelenggaraan model berbasis permainan ini dapat mengganggu ketenangan kelas di sekitarnya.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble memiliki beberapa kelebihan, seperti:

a) Melatih siswa dalam berpikir cepat, tepat, dan kritis.
b) Mendorong kedisiplinan siswa.
c) Meningkatkan tingkat keterlibatan siswa.
d) Menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan.
e) Mengembangkan keterampilan dalam kerja kelompok.
f) Memupuk rasa solidaritas di antara siswa.
g) Mendorong siswa untuk bersaing dan mengembangkan diri.

Namun, model pembelajaran kooperatif tipe scramble juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

a) Potensi siswa meniru jawaban teman mereka.
b) Kurangnya penekanan pada pengembangan kreativitas siswa.
c) Waktu yang diperlukan untuk implementasi yang lebih lama.
d) Mungkin menimbulkan kebisingan di lingkungan kelas.

Jadi, model pembelajaran kooperatif tipe scramble memiliki sejumlah manfaat yang dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa, namun juga memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk memastikan keefektifan dan efisiensinya dalam proses pembelajaran.

0 Response to "Kajian Teori Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel